Isue-isue yang beredar bahwa akan terjadi penjegalan dalam pelantikan Jokowidodo-Yusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 20 mendatang, dijawab dengan perilaku pentolan elit politik kita, yaitu Prabowo Subianto dan Jokowidodo dengan pertemuan yang sangat akrab sekaligus mendinginkan suasana.Masing-masing memberi kemontar yang sangat menyejukkan hati. Semoga ini bukan sekedar basa basi politik. Ini memang suara hati nurani para pemimpin besar Bangsa ini.
Hari ini tanggal 17 Oktober 2014, Ketum Gerindra Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden
terpilih Joko Widodo (Jokowi) di rumah kediaman almarhum Sumitro
Djojohadikoesoemo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru. Pertemuan selama
20 menit tersebut membicarakan banyak hal, termasuk Prabowo yang bakal
menghadiri pelantikan Jokowi.
Jokowi dan Prabowo sama-sama update status di Facebook beberapa jam
setelah melakukan pertemuan bersejarah di Jl Kertanegara 4, Jaksel. Bila
Prabowo menulis panjang lebar, Jokowi lebih suka menulis pendek.
Status Jokowi diposting sekitar pukul 12.00 WIB, Jumat (17/10/2014). Jokowi menyebut Prabowo sebagai bagian dari hidupnya.
"Pak
Prabowo Subianto adalah bagian dari hidup saya, bagian dari perjalanan
saya. Saya akan selalu mengenangnya sebagai orang yang baik dan
bersama-sama menjadikan bangsa dan negara ini lebih baik. Selamat ulang
tahun Pak Prabowo," tulis Jokowi.
Jokowi menuliskan nama Prabowo
Subianto dengan mengaitkannya langsung dengan akun Fanpage milik
Prabowo. Dalam 3 jam, postingan Jokowi ini menuai ribuan komentar,
70.000-an tanda suka, dan sekitar 2.000 orang membagikan kembali
postingan ini.
Sebagian besar menyambut postingan ini dengan
positif. Beberapa di antaranya adalah komentar dari salah akun bernama
Yenny Tanto Yenling, "Terima kasih Tuhan buat pertemuan yang indah
antara Jokowi dan Bapak Prabowo. Semua itu karena campur tanganMu ya
Tuhan, biar damai Indonesiaku. Amin."
Salah satu komentar lainnya
dari akun bernama Sony Thio,"Sebaiknya apa yang dilakukan oleh Pak
Jokowi saat ini patut dicontoh dan diteladani oleh pemangku kekuasaan
yang ada di daerah. Mempunyai sifat yang rendah hati, walaupun telah
dicaci maki, difitnah, dilecehkan dan seterusnya, beliau tetap
menganggap lawan-lawan politiknya merupakan bagian dari perjalanan
hidupnya dan bukan sebagai musuh dalam hidupnya, sungguh luar biasa."
Sedangkan Prabowo dalam FB-nya menjelaskan kepada para pendukungnya tentang pertemuannya dengan Jokowi.
"Dalam
pertemuan saya dengan saudara Joko Widodo tadi saya sampaikan, bahwa
saya merasakan di dalam hati sanubari Joko Widodo yang paling dalam
beliau adalah seorang patriot. Beliau ingin yang terbaik untuk
Indonesia. Oleh karena itu saya memilih untuk membangun silaturahmi
dengan beliau, sesuai dengan ajaran-ajaran budaya nenek moyang kita,"
tulisnya.
Usai melakukan pertemuan dengan
Jokowi, Prabowo menulis surat untuk pendukungnya. Berikut isi surat yang
ditulis Prabowo dalam akun Facebook resminya:
Sahabatku sekalian,
Saya
tahu banyak diantara kalian yang merasa masih tidak menerima, masih
terluka, karena kita telah dikhianati oleh sistem yang tidak baik.
Tetapi hal ini tidak berarti bahwa kita harus menimbulkan perpecahan di
bangsa kita.
Seperti sahabat ketahui, dalam berpolitik
saya selalu mengutamakan keutuhan bangsa dan kejayaan Republik
Indonesia. Saya paham bahwa ada negara-negara tertentu yang selalu ingin
Indonesia pecah. Ada yang ingin rakyat Indonesia tetap tergantung sama
mereka. Karena itulah saya ingin menjaga persatuan nasional.
Setelah
saya renungkan mendalam, saya melihat di pihak PDIP dan koalisi mereka
masih banyak patriot-patriot, anak-anak Indonesia yang juga cinta bangsa
dan negara dan rakyat. Karena itulah saya memilih untuk terus berjuang
untuk nilai-nilai yang kita pegang teguh yaitu Pancasila, UUD 1945 yang
utuh dan asli, NKRI dari Sabang sampai Merauke yang kuat, yang adil,
yang sejahtera, yang berdiri di atas kaki kita sendiri dan yang
ber-Bhinneka Tunggal Ika.
Saya akan terus perjuangkan
nilai-nilai itu, tetapi dalam kerangka senantiasa menjaga jangan sampai
terjadi perpecahan di antara sesama bangsa Indonesia. Kita harus ingat
bahwa pihak yang berseberangan dengan kita dalam sebuah pertarungan
politik tidak serta merta dan tidak otomatis harus menjadi musuh kita.
Dari
sejak awal saya katakan bahwa pesaing kita adalah saudara kita juga.
Memang ada pihak-pihak yang penuh kebencian, prasangka buruk,
keserakahan, kedengkian dan jiwa yang curang. Tapi ingat dari awal saya
menganjurkan kepada lingkungan saya, pendukung saya, sahabat-sahabat
saya, apa yang saya tuntut dari diri saya sendiri yaitu berjiwalah
sebagai seorang kesatria, sebagai seorang pendekar. Kalau ada pihak yang
menebarkan kebencian, fitnah, kepada kita bukan berarti kita harus
balas dengan sikap yang sama. Janganlah fitnah kita balas fitnah,
janganlah kebencian kita balas kebencian. Janganlah kita bertindak
sebagai individu yang berjiwa Kurawa.
Itulah sikap saya,
dan karena itulah saya memilih jalan yang saya tempuh sekarang. Bukan
berarti kita merendahkan nilai-nilai kita atau perjuangan kita. Semakin
kita merasa benar, semakin pula kita harus rela menghormati orang lain,
pihak lain. Kalau orang lain menghormati kita, kita menghormati orang
tersebut. Bahkan kalaupun mereka tidak hormat pada kita, tidak ada
salahnya kita menghormati terus.
Saya mohon semua
pendukung-pendukung saya untuk memahami hal ini. Saya mengerti sebagian
dari saudara-saudara belum bisa menerima sikap saya. Tetapi percayalah,
seorang pendekar, seorang kesatria harus tegar, harus selalu memilih
jalan yang baik, jalan yang benar. Menghindari kekerasan sedapat
mungkin. Menjauhi permusuhan dan kebencian.
Sahabat,
kita bukan pihak penakut. Sejak dari masa muda, saya pernah hidup
sebagai seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia. Berkali-kali saya
terlibat dalam operasi-operasi militer, dalam kontak-kontak tembak
dengan musuh negara. Saya paham apa artinya kekerasan. Karena itulah
saya sadar bahwa seorang pemimpin sejati, pemimpin yang bertanggung
jawab selalu harus memilih jalan yang sejuk. Apalagi kalau ini adalah
untuk menjaga kepentingan, keutuhan bangsa yang kita cintai.
Sahabat,
kita harus tetap militan, kita harus tetap patriotik. Kita harus
menyiapkan diri untuk menghadapi segala kemungkinan. Kalau kita hormat
bukan berarti kita menyerah. Kalau kita sopan bukan berarti kita
meninggalkan perjuangan kita. Tapi kita harus selalu berusaha mencari
jalan yang damai, jalan yang baik. Kita harus selalu mengutamakan
persaudaraan dan persahabatan.
Kalau semua usaha kita,
pada saatnya nanti tetap tidak membuahkan sebuah hasil yang sesuai
dengan kepercayaan dan cita-cita kita, dan keyakinan kita akan
kepentingan bangsa dan rakyat, kalau bangsa Indonesia terancam, kalau
kekayaan bangsa terus dirampok oleh bangsa lain, kalau kita sudah sekuat
tenaga menciptakan kesadaran nasional, sebagai patriot dan pendekar
bangsa kita harus tidak ragu-ragu mengambil tindakan yang dituntut oleh
keadaan.
Saya sekali lagi menganjurkan kepada sahabat
saya dan pendukung saya, marilah kita terus tegar. Marilah kita
memperkuat diri, marilah kita menambah barisan kita. Yakinkan lingkungan
kita semuanya, bangkitkan kesadaran nasional kita. Dulu saat Bung Karno
bersama para pendiri bangsa memperjuangkan kemerdekaan, mereka pun
berpuluh tahun harus membangun kesadaran nasional. Sekarang pun kita
harus membangun kesadaran nasional, bahwa kita saat ini sedang diancam
oleh bangsa-bangsa asing yang selalu ingin Indonesia pecah, Indonesia
lemah dan selalu tergantung.
Dalam pertemuan saya dengan
saudara Joko Widodo tadi saya sampaikan, bahwa saya merasakan di dalam
hati sanubari Joko Widodo yang paling dalam beliau adalah seorang
patriot. Beliau ingin yang terbaik untuk Indonesia. Oleh karena itu saya
memilih untuk membangun silaturahmi dengan beliau, sesuai dengan
ajaran-ajaran budaya nenek moyang kita.
Apalagi agama
Islam yang saya anut, mengajarkan saya bahwa menjalin dan memelihara
silaturahmi, persahabatan dan persaudaraan jauh lebih mulia dan
bermanfaat daripada meneruskan prasangka buruk, rasa curiga, apalagi
terjerat dalam kebencian dan permusuhan. Ibarat api tidak bisa
dipadamkan dengan api, maka kebencian dan fitnah mari kita balas dengan
berbudi luhur, berjiwa kesatria. Semakin difitnah, semakin difitnah,
semakin dihina, kita akan semakin tegar.
Saya minta
sahabat sekalian janganlah ragu kepada pilihan-pilihan saya. Janganlah
mendorong saya untuk mengambil sikap yang tidak sesuai dengan jiwa saya
sebagai ksatria. Janganlah mengira saya akan surut dalam perjuangan
saya.
Saya juga telah sampaikan kepada saudara Joko
Widodo bahwa perjuangan saya adalah membela UUD 1945 yang lahir 18
Agustus 1945, membela keutuhan NKRI, membangun suatu bangsa ber-Bhinneka
Tunggal Ika yang aman, damai, kuat, adil, makmur dan sejahtera.
Beliaupun menyatakan bahwa itu juga pegangan beliau. Saya juga katakan,
kalau nanti dalam perjalanan Pemerintahan beliau ada kebijakan-kebijakan
yang kurang menguntungkan rakyat, apalagi melanggar Pancasila dan UUD
1945 maka kami tidak akan ragu-ragu menyampaikan kritik kepada
Pemerintah. Beliau menyambut ini dengan baik, dan beliau juga
menyampaikan sewaktu-waktu akan mengundang saya untuk meminta pendapat
dan masukan dari saya.
Terima kasih, saudara-saudara. Sahabatku dimanapun berada.
Wassalamualaikum.
Salam Indonesia Raya,
Prabowo Subianto, 17-10-2014
Usai pertemuan bersahabat Jokowi dan Prabowo, pasar memberi respon yang sangat positif. Mata uang rupiah tampil perkasa.
Hingga sesi penutupan, rupiah masih perkasa terhadap dolar AS.
Pada
pukul 15.59 WIB, rupiah tercatat menguat tajam 1,22% ke Rp12.110/US$.
Sepanjang hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp12.108-Rp12.240/US$.
Bursa Saham nasionalpun sumringah.
Tak lama setelah pertemuan antara dua tokoh penting di dunia politik
Indonesia tersebut Indeks langsung naik ke titik tertingginya sebelum
menutup perdagangan sesi I di level 4.998,138 setelah melaju 46,524 poin
(0,94%).
Setelah perdagangan Sesi II dibuka, Indeks langsung
menembus level 5.000 dan terus menguat. IHSG menjadi indeks acuan yang
menguat paling tinggi di antara bursa-bursa Asia yang bergerak mixed. Kalau pun ada yang menguat, poinnya tidak terlalu banyak.
Berikut pergerakannya:
- Indeks Nikkei 225 anjlok 205,87 poin (1,40%) ke level 14.532,51.
- Indeks Hang Seng naik 103,21 poin (0,45%) ke level 23.004,15.
- Indeks Komposit Shanghai melemah 15,32 poin (0,65%) ke level 2.341,18.
- Indeks Straits Times bertambah 3,89 poin (0,12%) ke level 3.158,10.
Sampai pukul 15.00 waktu JATS, IHSG melonjak 84 poin (1,70%) ke level
5.035,824. Lonjakan ini terjadi berkat aksi buru saham investor
domestik.
Nah, jika demikian, jika Bapak Prabowo dan Presiden terpilih Jokowidodo benar-benar seorang negarawan yang meletakkan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi dan golongan, upaya untuk menjalin keharmonisan hubungan diantara elit ini hendaknya terus ditingkatkan.
Rakyat tak banyak menuntut, hanya yg dibutuhkan rakyat adalah pelayanan pemerintahan yang mudah dan murah, terbinanya suasana tenteram dan tertib di tengah2 masyarakat dan rakyat dapat dengan merdeka untuk semakin berdaya di segala bidang.
Untuk dapat menjadi catatan adalah bahwa minimal, kekhawatiran akan terjadi penjegalan dalam pelantikan Presiden dan Wakil Presiden baru Indonesia pada tanggal 20 Oktober 2014 nanti, dijamin tak akan ada isue2 penjegalan yang santer beredar di tengah-tengah masyarakat Indonesia, sunguh-sungguh terbantahkan
Apa yang dilakukan Jokowi dengan menyambangi tempat yang disediakan Bapak Prabowo, adalah salah satu dari sekian banyak yang barangkali harus dikerjakan Jokowi, guna mengantisipasi berbagai kemungkinan penjegalan-penjegalan akibat dominasi salah satu kelompok koalisi di parlemen.Saat ini Jokowi telah berhasil untuk melaksankan tugas penting ini.
Apa yang disampaikan oleh Prabowo dalam surat yang
ditulis Prabowo dalam akun Facebook resminya, minimal sampai saat ini sangat menyejukkan, diharapkan agar UUD 1945 yang lahir 18
Agustus 1945, membela keutuhan NKRI, membangun suatu bangsa ber-Bhinneka
Tunggal Ika yang aman, damai, kuat, adil, makmur dan sejahtera.
Perlu diingat, mengenai UUD 1945 yang lahir 18 Agustus 1945, kini sudah banyak diamandemen. Amandemen penting adalah Pemilihan Presiden secara langsung, bukan oleh MPR. Jika ini yang dimaksud Bapak Prabowo, maka ini akan kembali menciptakan preseden buruk bagi suasana yang saat ini benar-benar membuat hati tenteram. Pemilihan Presiden jika dikembalikan kepada MPR, ini adalah kemunduran demokrasi kita?
Kita tunggu, apa perilaku politik selanjutnya bagi para elit politik kita nanti.
Semoga, semakin kedepan, hari semakin baik untuk Bangsa dan rakyat Indonesia!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar