Kini setelah Keputusan MK yang menolak semua tuntutan Kubu Prabowo-Hatta, menjadikan Jokowi-JK tinggal menunggu pelatikannya sebagai Presiden dan wakil Presiden.
Tanggal 22 Agustus yang lalu adalah salah satu titik sejarah perjalanan Jokowi untuk menuju istana dalam rintangan yang berliku ganda. Seperti yang memang telah diduga oleh banyak pengamat, MK yang ketika itu mengagendakan Keputusan terakhirnya akhirnya menolak Tuntutan Kubu Prabowo-Hatta atas kecurangan Penghitungan suara oleh KPU yang dituduhkan.
Bagi Jokow-JK, Keptusan ini bearti langkah menuju istana Presiden dan Wakil Presiden sudah semakin dekat. Jokowi-JK tinggal menunggu penjadwalan oleh KPU yang sesuai mekanisme pelaksanaan Pilpres 2014 ini.
Jadwalnya telah ditetapkan tanggal 20 Oktober 2014 ini, untuk pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Bagi kubu Pendukung Jokowi-JK keputusan MK ini adalah angin segar yang menyejukkan. Sebaliknya bagi Kubu Prabowo-Hatta, hal ini merupakan keputusan yang mengecewakan.
Setelah melalui demo besar dengan mengerahkan ribuan pendukung, Kubu Prabowo-Hatta tak dapat membuat para Hakim MK melawan nurani keadilan untuk memenangkan Kubu Prabowo-Hatta. Penolakan itu, salah satu alasan kuatnya adalah karena tiadanya bukti-bukti yang akurat untuk menerima tuntutannya. Justeru sebaliknya bukti-bukti yang ditunjukkan dengan saksi-saksi KPU menggambarkan bukti-bukti tiadanya kecurangan oleh KPU. Maka, MK harus menolak tuntutan kubu Prabowo-Hatta.
Tidak logowo dengan keputusan tersebut, kubu Prabowo membawa perkara ini ke Mahkamah Agung (MA). Meskipun demikian, sesuai aturan dan Undang-Undangnya, maka Keputusan sengketa Pemilu tarakhir adalah di Mahkamah Konstitusi (MK). Sehingga, ini berarti bahwa pelatikan Jokowi-JK tak dapat dibendung dengan melalui pengadilan Pemilu lagi.
Jika kubu Prabowo-Hatta hendak ngotot membendung palantikan Jokowi-JK, mungkin masih bisa melalui gerakan politik diparlemen. Mengingat kubu Prabowo-Hatta yang dikenal dengan kubu Tim "Merah Putih", memiliki posisi lebih tawar di parlemen nanti. Sehingga, hal ini akan menjadi menarik perhatian bagi semua kalangan, akankah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden dapat berjalan mulus? Maka, ada usulan rekonsiliasi kedua kubu.
Namun, menurut Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)
Jimly Ashiddiqie mengatakan rekonsiliasi antara Joko Widodo dan Prabowo
Subianto tidak perlu dipaksakan.
"Biar saja berjalan secara alami, karena capres dua pasangan baru
pertama kali dilakukan," kata Jimly dalam acara sarasehan ulama dan
cendekiawan, di Pondok Pesantren Al-Hikam 2 di Depok, Jabar, Sabtu.
Menurut dia, dengan dua pasang calon ini menjadi pengalaman pertama
dan mungkin terakhir bagi Indonesia, karena tahun 2019 Pemilu
Legislatif dan Pemilu Presiden akan dilaksanakan secara serentak.
Jimly mengatakan ada baiknya nanti kalau pembelahan dua kekuatan
politik bisa dilanggengkan, karena akan membangun tradisi dua kubu
dengan parpol pendukungya masing-masing.
"Masyarakat sudah lama terbiasa dengan pluralisme sehingga tak peru dikhawatirkan," katanya.
Sementara itu mengenai langkah kubu capres Prabowo Subianto yang
akan melanjutkan tuntutan ke Mahkamah Agung (MA), hanya sebagai proses
mencari keadilan.
"Ini merupakan alat untuk meredam kemarahan dan kekecewaan," katanya.
Ia mengatakan ada manfaat lain dalam tuntutan yang diajukan yakni
untuk memelihara soliditas dan kekuatan bersama dalam Koalisi Merah
Putih.
"Ini penting dilakukan sebagai pengimbang di parlemen nantinya," katanya.
Jimly menegaskan bahwa seluruh keputusan atau sengketa sudah final
di Mahkamah Konstitusi (MK), tak ada kekuatan hukum yang lain lagi.
Peristiwa Pemilu Presiden 2014 ini menjadi pelajaran yang baik dalam berdemokrasi Indonesia.
Semua berjalan dengan baik. Pemilu berjalan aman tertib dan transfarant, sementara jika ada komplin-komplin dari pihak2 yg merasa dirugikan dilakukan sesuai kekanisme dan aturan yang berlaku.
Hal hasil, semoga apapun kejadiannya semuanya akan berharga bagi masa depan Demokrasi Indonesia!
Segala peristiwa yang berkaitan dengan menjelang, saat dan Pasca Pilpres, semoga akan menjadi awal untuk menuju Indonesia Hebat!
Semoga,........!
Artikel tentang Indonesia memuat segala Artikel tentang Indonesia dalam berbagai subyek baik politik, sosial, budaya, dana lain lainnya.
Sabtu, 30 Agustus 2014
Rabu, 27 Agustus 2014
Bertemu Empat Mata Membangun Tradisi Baru
Dalam pengalihan Pemerintahan dari pemerintah lama kepada pemerintah baru, Jokowi telah memanfaatkannya pertemuannya dengan Presiden SBY sebagai tradisi baru. Inilah salah satu keunikan dari keberadaan Jokowi. Dia selalu menarik perhatian, tidak saja oleh para pendukung dan simpatisan, tapi juga oleh mereka yg menjadi lawan2nya dalam berpolitik. Tidak hanya itu, Jokowi juga menarik perhatian bagi mereka yg mungkin sama sekali tak ada urusan dengan persoalan dukung mendukung. Begitulah, maka para wisatawan baik domestik maupun mancanegara tersedot perhatiannya untuk mengarah kepada kedatangan Jokowi di Nusa Dua Bali kemarin.
Diberitakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan presiden terpilih Joko Widodo sepakat untuk melanjutkan konsultasi dan menciptakan tradisi baru dengan melaksanakan transisi kepemimpinan sebaik-baiknya.
"Alhamdulillah pikiran saya dan Pak Jokowi klop kita ingin betul-betul melaksanakan transisi kepemerintahan ini sebaik-baiknya," kata Presiden Yudhoyono di Nusa Dua, Bali, Rabu malam, dalam jumpa pers bersama Joko Widodo.
Inilah awal pertemuan yang berlangsung lebih kurang dua jam itu merupakan awal dari proses konsultasi dalam transisi kepemimpinan dan pemerintahan.
Telah disepakati bahwa pembicaraan malam hari itu lebih lanjut akan dibicarakan secara lebih teknis antara tim transisi Pak Jokowi dan jajaran pemerintahan yang ada saat ini.
Menyedot perhatian banyak pihak banyak yg menduga-duga pertemuan empat mata tersebut. Akhirnya terkuak sesungguhnya dibahas hal-hal konstruktif yang berkaitan dengan agenda kenegaraan dan pemerintahan serta kebijakan dan program pemerintah, termasuk RAPBN 2015 dan APBN-perubahan 2014.
Bagai mana dengan persoalan subsidi BBM ini yang banyak dipertanyakan orang?
Jawaban pertanyaan tersebut masih tertunda karena,dengan telah dibukanya pintu konsultasi dalam transisi kepemimpinan dan nantinya pemerintahan maka tim transisi Pak Jokowi sudah dapat berkonsultasi secara resmi dengan jajaran pemerintah yang akan ditugasi Presiden untuk menjalin komunikasi dan konsultasi.
Sementara itu Joko Widodo menilai pertemuan konsultasi itu sebagai sebuah tradisi baru. Ia juga menyampaikan bahwa pertemuan itu menjawab keinginannya akan sebuah kesinambungan antara pemerintahan saat ini dengan pemerintahan yang baru nanti.
"Ini adalah sebuah tradisi baru yang ingin kita bangun dari pemerintahan Presiden SBY ke pemerintahan baru nanti," katanya.
Ia juga mengakui bahwa dalam pertemuan tertutup itu telah meminta banyak sekali pandangan-pandangan dari Presiden Yudhoyono.
"Nanti teknisnya akan dibicarakan oleh tim transisi dan kementerian-kementerian," ujarnya mengingat menurutnya perbicaraannya dengan Presiden Yudhoyono memang tidak mendetail.
Menurut dia, proses konsultasi tersebut akan membuat pemerintahan yang baru dapat secepatnya merencanakan kesinambungan.
Joko Widodo yang mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna coklat tiba di lokasi pertemuan sekitar pukul 20.45 WITA.
Sementara itu Presiden Yudhoyono yang mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna biru gelap didampingi oleh sejumlah menteri kabinet.
Pertemuan antara kedua tokoh itu dilakukan secara empat mata pada pukul 21.00 WITA dan berakhir pukul 23.00 WITA.
Begitulah cara unik Jokowi memanfaatkan segala situasi.
Jokowi mengawali pembangunan tradisi baru alih fungsi pemerintahan!
Jokowi membangun tradisi baru dalam Demokrasi Indonesia yang semakin dewasa!
Diberitakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan presiden terpilih Joko Widodo sepakat untuk melanjutkan konsultasi dan menciptakan tradisi baru dengan melaksanakan transisi kepemimpinan sebaik-baiknya.
"Alhamdulillah pikiran saya dan Pak Jokowi klop kita ingin betul-betul melaksanakan transisi kepemerintahan ini sebaik-baiknya," kata Presiden Yudhoyono di Nusa Dua, Bali, Rabu malam, dalam jumpa pers bersama Joko Widodo.
Inilah awal pertemuan yang berlangsung lebih kurang dua jam itu merupakan awal dari proses konsultasi dalam transisi kepemimpinan dan pemerintahan.
Telah disepakati bahwa pembicaraan malam hari itu lebih lanjut akan dibicarakan secara lebih teknis antara tim transisi Pak Jokowi dan jajaran pemerintahan yang ada saat ini.
Menyedot perhatian banyak pihak banyak yg menduga-duga pertemuan empat mata tersebut. Akhirnya terkuak sesungguhnya dibahas hal-hal konstruktif yang berkaitan dengan agenda kenegaraan dan pemerintahan serta kebijakan dan program pemerintah, termasuk RAPBN 2015 dan APBN-perubahan 2014.
Bagai mana dengan persoalan subsidi BBM ini yang banyak dipertanyakan orang?
Jawaban pertanyaan tersebut masih tertunda karena,dengan telah dibukanya pintu konsultasi dalam transisi kepemimpinan dan nantinya pemerintahan maka tim transisi Pak Jokowi sudah dapat berkonsultasi secara resmi dengan jajaran pemerintah yang akan ditugasi Presiden untuk menjalin komunikasi dan konsultasi.
Sementara itu Joko Widodo menilai pertemuan konsultasi itu sebagai sebuah tradisi baru. Ia juga menyampaikan bahwa pertemuan itu menjawab keinginannya akan sebuah kesinambungan antara pemerintahan saat ini dengan pemerintahan yang baru nanti.
"Ini adalah sebuah tradisi baru yang ingin kita bangun dari pemerintahan Presiden SBY ke pemerintahan baru nanti," katanya.
Ia juga mengakui bahwa dalam pertemuan tertutup itu telah meminta banyak sekali pandangan-pandangan dari Presiden Yudhoyono.
"Nanti teknisnya akan dibicarakan oleh tim transisi dan kementerian-kementerian," ujarnya mengingat menurutnya perbicaraannya dengan Presiden Yudhoyono memang tidak mendetail.
Menurut dia, proses konsultasi tersebut akan membuat pemerintahan yang baru dapat secepatnya merencanakan kesinambungan.
Joko Widodo yang mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna coklat tiba di lokasi pertemuan sekitar pukul 20.45 WITA.
Sementara itu Presiden Yudhoyono yang mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna biru gelap didampingi oleh sejumlah menteri kabinet.
Pertemuan antara kedua tokoh itu dilakukan secara empat mata pada pukul 21.00 WITA dan berakhir pukul 23.00 WITA.
Begitulah cara unik Jokowi memanfaatkan segala situasi.
Jokowi mengawali pembangunan tradisi baru alih fungsi pemerintahan!
Jokowi membangun tradisi baru dalam Demokrasi Indonesia yang semakin dewasa!
Jokowi Datang di Bali.
Kedatangan Jokowidodo ke Bali kali ini adalah unutk mengadakan pertemuan dengan Presiden SBY.
Tak ada yang tahu, entah apa agenda yg akan menjadi pembicaraan empat mata tersebut.
Namun ada yang menarik dari kedatangan Jokowi tersebut.
Puluhan wisatawan domestik dan mancanegara ikut menyaksikan kedatangan Presiden terpilih Joko Widodo di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali, Rabu malam.
Sulit bagi wisatawan untuk menyaksikan kedatangan Jokowi tersebut dari jarak dekat.Wisatawan hanya bisa menyaksikan kedatangan Gubernu DKI Jakarta yang akan melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari jarak jauh.
Dalam kesempatan yg didapat, para wisatawan mengabadikan kedatangan presiden terpilih dengan kamera handphonenya. Meskipun pengamanan yang dilakukan untuk mantan Wali Kota Surakarta terlihat sangat ketat.
Beberapa kali pasukan pengamanan presiden terlihar mensterilkan kawasan yang akan dilalui presiden terpilih tersebut.
Presiden terpilih Jokowi tiba di Hotel Laguna pukul 20.55 Wita didampingi Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.
Sebelumnya pertemuan itu dijadwalkan pukul 19.00 Wita, namun karena ada kendala akhirnya ditunda. Dalam pertemuan itu kemungkinan akan membahas APBN 2015.
Demikian diberitakan.
Selasa, 26 Agustus 2014
Tentang Jokowi.
Memang tidaklah mudah bagi Jokowi untuk mewujudkan tekadnya bagi Indonesia hebat!
Beliau tak akan pernah berhenti untuk dihambat dari berbagai segi. Hambatan itu tidak saja dari luar kubu Jokowi-JK. Dia juga bisa datang dari dalam, yaitu dari pendukungnya sendiri, baik dari partai pendukung maupun dari para relawan.
Dahulu sebelum Jokowi memenangkan Pemilihan Presiden 9 Juli 2014, semua pendukung, baik dari partai maupun dari relawan tak ada yg memiliki motivasi bagi2 jabatan. Kini setelah hasil penghitungan suara memenangkan Jokowi-JK, terindikasi adanya kasak-kusuk bicara pembagian posisi jabatan. Kemurnian perjuangan untuk memajukan Indonesia mulai sedikit demi sedikit terkontaminasi. Jika ini tak disadari dengan segera, tak terbayangkan pemerintahan Jokowi akan berjalan tertatih-tatih.
Para pendukung Jokowi-JK baik dari kalangan partai maupun dari relawan harus segera menyadari bahwa perjalanan untuk menuju Indonesia hebat masih panjang dan harus ditempuh melalui jalan yg berliku ganda.
Jangan sampai Relawan Jokowi punya fikiran butuh bikin partai baru. Untuk dukung Jokowi kembali naik di 2019, karena ada tengara bahwa terlalu banyak setan dan siluman di PDIP. Konon sekarang ini saja sudah banyak kasak kusuk oknum dari internal PDIP ngajukan jatah kursi menteri.
Sehingga patut dicontoh konsistensi seorang Bang Blewok dengan Nasdemnya yang nampak sangat arif dan gak pernah menuntut apa apa....
Teruslah para relawan bener bener kerja tanpa perlu dibayar, sepak terjang para relawan itu telah diakui pengamat politik Nasional dan Internasional, sering diliput oleh media asing, janganlah ikut2an seperti beberapa petinggi PDIP (kabar angin) yang kasak kusuk. Jika benar demikian, ini bener bener Mentalnya perlu direvolusi....
Jangan sampai perlu ganti posisi: relawan Jokowi yang HARUS DUDUK di pengurus inti PDIP karena mereka gak akan dan memang gak pernah menuntut apa apa kecuali menuntut Indonesia Hebat di tangan Jokowi dan ditangan semua anak bangsa, dan pengurus inti PDIP yang jadi relawan karena sebagai relawan memang dituntut "kerja ikhlas".
Baik partai maupun non partai Yuuuuk tetap jadi relawan Jokowi...... !!!
Kita bikin Jokowi For Presiden 2019......
Langganan:
Postingan (Atom)