Sabtu, 30 Agustus 2014

Rekonsiliasi Perlukah?

Kini setelah Keputusan MK yang menolak semua tuntutan Kubu Prabowo-Hatta, menjadikan Jokowi-JK tinggal menunggu pelatikannya sebagai Presiden dan wakil Presiden.

Tanggal 22 Agustus yang lalu adalah salah satu titik sejarah perjalanan Jokowi untuk menuju istana dalam rintangan yang berliku ganda. Seperti yang memang telah diduga oleh banyak pengamat, MK yang ketika itu mengagendakan Keputusan terakhirnya akhirnya  menolak Tuntutan Kubu Prabowo-Hatta atas kecurangan Penghitungan suara oleh KPU yang dituduhkan.

Bagi Jokow-JK, Keptusan ini bearti langkah menuju istana Presiden dan Wakil Presiden sudah semakin dekat. Jokowi-JK tinggal menunggu penjadwalan oleh KPU yang sesuai mekanisme pelaksanaan Pilpres 2014 ini.

Jadwalnya telah ditetapkan tanggal 20 Oktober 2014 ini, untuk pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Bagi kubu Pendukung Jokowi-JK keputusan MK ini adalah angin segar yang menyejukkan. Sebaliknya bagi Kubu Prabowo-Hatta, hal ini merupakan keputusan yang mengecewakan.

Setelah melalui demo besar dengan mengerahkan ribuan pendukung, Kubu Prabowo-Hatta tak dapat membuat para Hakim MK melawan nurani keadilan untuk memenangkan Kubu Prabowo-Hatta. Penolakan itu, salah satu alasan kuatnya adalah karena tiadanya bukti-bukti yang akurat untuk menerima tuntutannya. Justeru sebaliknya bukti-bukti yang ditunjukkan  dengan saksi-saksi KPU menggambarkan bukti-bukti tiadanya kecurangan oleh KPU. Maka, MK harus menolak tuntutan kubu Prabowo-Hatta.

Tidak logowo dengan keputusan tersebut, kubu Prabowo membawa perkara ini ke Mahkamah Agung (MA). Meskipun demikian, sesuai aturan dan Undang-Undangnya, maka Keputusan sengketa Pemilu tarakhir adalah di Mahkamah Konstitusi (MK). Sehingga, ini berarti bahwa pelatikan Jokowi-JK tak dapat dibendung dengan melalui pengadilan Pemilu lagi.

Jika kubu Prabowo-Hatta hendak ngotot membendung palantikan Jokowi-JK, mungkin masih bisa melalui gerakan politik diparlemen. Mengingat kubu Prabowo-Hatta yang dikenal dengan kubu Tim "Merah Putih", memiliki posisi lebih tawar di parlemen nanti. Sehingga, hal ini akan menjadi menarik perhatian bagi semua kalangan, akankah pelantikan Presiden dan Wakil  Presiden dapat berjalan mulus? Maka, ada usulan rekonsiliasi kedua kubu.

Namun, menurut Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Ashiddiqie mengatakan rekonsiliasi antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto tidak perlu dipaksakan.

"Biar saja berjalan secara alami, karena capres dua pasangan baru pertama kali dilakukan," kata Jimly dalam acara sarasehan ulama dan cendekiawan, di Pondok Pesantren Al-Hikam 2 di Depok, Jabar, Sabtu.

Menurut dia, dengan dua pasang calon ini menjadi pengalaman pertama dan mungkin terakhir bagi Indonesia, karena tahun 2019 Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden akan dilaksanakan secara serentak.

Jimly mengatakan ada baiknya nanti kalau pembelahan dua kekuatan politik bisa dilanggengkan, karena akan membangun tradisi dua kubu dengan parpol pendukungya masing-masing.

"Masyarakat sudah lama terbiasa dengan pluralisme sehingga tak peru dikhawatirkan," katanya.

Sementara itu mengenai langkah kubu capres Prabowo Subianto yang akan melanjutkan tuntutan ke Mahkamah Agung (MA), hanya sebagai proses mencari keadilan.

"Ini merupakan alat untuk meredam kemarahan dan kekecewaan," katanya.

Ia mengatakan ada manfaat lain dalam tuntutan yang diajukan yakni untuk memelihara soliditas dan kekuatan bersama dalam Koalisi Merah Putih.

"Ini penting dilakukan sebagai pengimbang di parlemen nantinya," katanya.

Jimly menegaskan bahwa seluruh keputusan atau sengketa sudah final di Mahkamah Konstitusi (MK), tak ada kekuatan hukum yang lain lagi.

Peristiwa Pemilu Presiden 2014 ini menjadi pelajaran yang baik dalam berdemokrasi Indonesia.
Semua berjalan dengan baik. Pemilu berjalan aman tertib dan transfarant, sementara jika ada komplin-komplin dari pihak2 yg merasa dirugikan dilakukan sesuai kekanisme dan aturan yang berlaku.

Hal hasil, semoga apapun kejadiannya semuanya akan berharga bagi masa depan Demokrasi Indonesia!
Segala peristiwa yang berkaitan dengan menjelang, saat dan Pasca Pilpres, semoga akan menjadi awal untuk menuju Indonesia Hebat!
Semoga,........!






Tidak ada komentar:

Posting Komentar