Rabu, 27 Agustus 2014

Bertemu Empat Mata Membangun Tradisi Baru

Dalam pengalihan Pemerintahan dari pemerintah lama kepada pemerintah baru, Jokowi telah memanfaatkannya pertemuannya dengan Presiden SBY sebagai tradisi baru. Inilah salah satu keunikan dari keberadaan Jokowi. Dia selalu menarik perhatian, tidak saja oleh para pendukung dan simpatisan, tapi juga oleh mereka yg menjadi lawan2nya dalam berpolitik. Tidak hanya itu, Jokowi juga menarik perhatian bagi mereka yg mungkin sama sekali tak ada urusan dengan persoalan dukung mendukung. Begitulah, maka para wisatawan baik domestik maupun mancanegara tersedot perhatiannya untuk mengarah kepada kedatangan Jokowi di Nusa Dua Bali kemarin.

Diberitakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan presiden terpilih Joko Widodo sepakat untuk melanjutkan konsultasi dan menciptakan tradisi baru dengan melaksanakan transisi kepemimpinan sebaik-baiknya.

"Alhamdulillah pikiran saya dan Pak Jokowi klop kita ingin betul-betul melaksanakan transisi kepemerintahan ini sebaik-baiknya," kata Presiden Yudhoyono di Nusa Dua, Bali, Rabu malam, dalam jumpa pers bersama Joko Widodo.

Inilah awal pertemuan yang berlangsung lebih kurang dua jam itu merupakan awal dari proses konsultasi dalam transisi kepemimpinan dan pemerintahan.

Telah disepakati bahwa pembicaraan malam hari itu lebih lanjut akan dibicarakan secara lebih teknis antara tim transisi Pak Jokowi dan jajaran pemerintahan yang ada saat ini.

Menyedot perhatian banyak pihak banyak yg menduga-duga pertemuan empat mata tersebut. Akhirnya terkuak sesungguhnya dibahas hal-hal konstruktif yang berkaitan dengan agenda kenegaraan dan pemerintahan serta kebijakan dan program pemerintah, termasuk RAPBN 2015 dan APBN-perubahan 2014.

Bagai mana dengan persoalan subsidi BBM ini yang banyak dipertanyakan orang?
Jawaban pertanyaan tersebut masih tertunda karena,dengan telah dibukanya pintu konsultasi dalam transisi kepemimpinan dan nantinya pemerintahan maka tim transisi Pak Jokowi sudah dapat berkonsultasi secara resmi dengan jajaran pemerintah yang akan ditugasi Presiden untuk menjalin komunikasi dan konsultasi.

Sementara itu Joko Widodo menilai pertemuan konsultasi itu sebagai sebuah tradisi baru. Ia juga menyampaikan bahwa pertemuan itu menjawab keinginannya akan sebuah kesinambungan antara pemerintahan saat ini dengan pemerintahan yang baru nanti.

"Ini adalah sebuah tradisi baru yang ingin kita bangun dari pemerintahan Presiden SBY ke pemerintahan baru nanti," katanya.

Ia juga mengakui bahwa dalam pertemuan tertutup itu telah meminta banyak sekali pandangan-pandangan dari Presiden Yudhoyono.

"Nanti teknisnya akan dibicarakan oleh tim transisi dan kementerian-kementerian," ujarnya mengingat menurutnya perbicaraannya dengan Presiden Yudhoyono memang tidak mendetail.

Menurut dia, proses konsultasi tersebut akan membuat pemerintahan yang baru dapat secepatnya merencanakan kesinambungan.

Joko Widodo yang mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna coklat tiba di lokasi pertemuan sekitar pukul 20.45 WITA.

Sementara itu Presiden Yudhoyono yang mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna biru gelap didampingi oleh sejumlah menteri kabinet.

Pertemuan antara kedua tokoh itu dilakukan secara empat mata pada pukul 21.00 WITA dan berakhir pukul 23.00 WITA.

Begitulah cara unik Jokowi memanfaatkan segala situasi.

Jokowi mengawali pembangunan tradisi baru alih fungsi pemerintahan!
Jokowi membangun tradisi baru dalam Demokrasi Indonesia yang semakin dewasa!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar